Kamis, 29 September 2016

Think Smart

"Anak jaman sekarang hidupnya jauh lebih enak dari anak jaman dulu"
Ungkapan seperti itu sering banget terdengar di telinga anak-anak pada umumnya.

Kenyataannya memang tidak bisa dipungkiri.
Prubahan jaman dari masa ke masa membuat semua nya berubah dengan begitu saja.
Dari segi teknologi, pola hidup, pola didik, kualitas ekonomi, pengetahuan yg semakin berkembang pesat dll.
Tidak ada yg bisa disalahkan dalam situasi saat ini, kemajuan teknologi, dan kualitas ekonomi menyimbolkan keberhasilan negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. "Makin banyak Orang pinter yg kaya, artinya Negara itu semakin maju" begitulah kira-kira maksudnya.

Tapi ada satu part yg terlewat dalam hingar-bingar kemajuan kualitas masyarakat, yaitu Anak-anak.

Kemajuan teknologi membuat kebanyakan anak jaman sekarang lupa bersosialisasi dengan manuasia yg lain.
Kemajuan tingkat pendidikan membuat anak-anak harus menghabiskan waktunya untuk belaja...belajar...dan belajar...

Kejenuhan anak-anak dengan rutinitas belajar dan aturan-aturan yg tidak memihak, membuat mereka merasa lebih nyaman jika tidak berada di rumah. Anak-anak yg mencari kebahagiaan di luar rumah lebih menakutkan dibanding monster apapun.
Tak heran jika saat ini banyak beredar kabar miring yg pelakunya anak-anak dibawah umur.
Perkosaan yg dilakukan anak SD setelah melihat film porno, balita yg memiliki hoby merokok, anak-anak kecanduan game online yg harus meregang nyawa karna ambisi nya memenangkan game.
Dunia macam apa ini??
Adakah yg bisa mengkoreksi situasi ini??

Kebanyakan Orang tua beranggapan
"Saya udah kerja dari pagi sampe malem, buat siapa sih klo bukan buat anak"
"Saya dulu hidup susah, jangan sampe anak saya juga susah"
"Ada fasilitas, kenapa ga digunain, toh tujuannya kan baik, untuk mempermudahkan"
Tapi pada kenyataannya, hal itu sebenernya ga selamanya bener.